Berita Nasional

Tampilkan lebih banyak »

Manca Negara

Tampilkan lebih banyak »

Ekonomi

Tampilkan lebih banyak »
Diberdayakan oleh Blogger.

Berita Terkini

Kutu Vespa Tebarkan Virus Safety Riding di Touring Perdana




blogku-007 - Lahir dari rasa bosan akan kemacetan ibukota Jakarta, membuat komunitas Kutu Vespa (Kuves) kompak menggunakan vespa sebagai alat transportasi sehari-hari.

Bahkan, Kuves yang berdiri pada tanggal 17 Agustus 2014 lalu, baru saja menyelesaikan misi mereka. Yakni touring dengan waktu tempuh 1.100 km, mengambil rute Madura – Surabaya – Bromo – Malang – Madiun – Sarangan – Tawangmangu – Karanganyar – Solo – dan berakhir di Semarang.

“Touring ini sebenarnya untuk menambah kekompakan dari teman-teman Kuves sendiri sekaligus silaturahmi kepada komunitas vespa di kota-kota yang kami singgahi. Namun visi misi kami yang utama ialah ingin mengajarkan keselamatan dalam berkendara kepada masyarakat dan komunitas apapun,” ujar Sentot.

Melalui kampanye ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran berlalu lintas yang baik bagi para pencinta otomotif dan masyarakat pada umumnya.

“Sebab, saat ini angka kecelakaan lalu lintas para pengguna sepeda motor masih cukup tinggi,” jelas Kapten Soe.

Tidak ada kendala berlebih yang dialami 20 peserta selama lima hari perjalanan. Sebab Kuves dibantu satu mobil mekanik dari Motratifo, bengkel khusus vespa dari Pamulang.

“Mesin tidak ada masalah. Kendala paling cuaca, ya. Kita sempat menginap di salah satu kota karena hujan deras. Itu yang bikin molor di jalan, selebihnya lancar,” ujar Sentot, salah seorang Leader Kuves.
Kesan bangga juga dirasakan para penggemar scooter Italia itu, tatkala mereka sukses menjadi yang pertama sanggup naik ke Bromo menggunakan motor matic.

“Bangga, karena semua orang belum tentu bisa sampai puncak Bromo naik vespa modern ini,” tambah Sentot.

Sentot juga mengungkapkan terima kasih kepada komunitas vespa di Semarang, salah satunya Modern Vespa (MOVE) Semarang atas sambutannya. Bahkan, dari silaturahmi ini Kuves berencana akan membuka chapter-chapter di tiap kota.

sumber: http://berita.suaramerdeka.com/

Sidang Perdana FPI Vs Ahok, Habib Novel Dijerat Pasal Berlapis




Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) akan menggelar sidang kerusuhan FPI Vs Ahok dengan terdakwa Habib Novel Bamukmin yang diduga sebagai dalang kerusuhan. Habib dijerat pasal berlapis dalam dakwaannya.

"Pasalnya ada banyak, untuk primernya pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan, selanjutnya pasal 160 KUHP tentang Penghasutan dan Provokasi. Ada juga pasal 214 tentang Perlawanan terhadap Petugas," ujar Kasie Pidum Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus), Agus Setiadi, saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2015).

Menurutnya pasal yang diterapkan kepada Habib Novel dan tersangka lainnya berbeda. Alasannya, Habib Novel dituduh bersama Habib Syahab dituduh sebagai pihaknya paling bertanggung jawab atas kerusuhan FPI Vs Ahok Oktober 2014 lalu. Dalam kerusuhan itu, polisi menetapkan 17 tersangka.

"Berkas untuk Habib NB dengan tersangka lain berbeda," ucapnya.

Terkait pengamanan sidang hari ini, Agus mengatakan pihaknya sudah koordinasi dengan kepolisian. Dia berharap agar sidang berjalan lancar.

"Kita sudah koordinasikan dengan kepolisian untuk pengamanan. Apakah penambahan pasukan itu tergantung kondisi di lapangan," ujarnya.

Sidang Habib Novel sedianya akan digelar pukul 10.00 WIB, hari ini di ruang utama sidang PN Jakpus. Ketua majelis rencananya akan dipimpin hakim Iim Nurohim.

Dalam perkara ini, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan secara bersama-sama terhadap orang atau barang, dan atau Pasal 160 KUHP tentang penghasutan dan atau Pasal 214 KUHP tentang melawan petugas.


sumber: http://detik.com/

Nasib 3 Klub Peserta ISL 2015 Ditentukan Akhir Bulan




JAKARTA, blogku-007 - PT Liga Indonesia (LI) belum memutuskan nasib Persebaya Surabaya, PSM Makassar dan Persija Jakarta, apakah diikutkan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 atau tidak.

Hasil rapat pleno PT LI yang digelar di Jakarta, Selasa (20/1), nasib ketiga klub itu akan dibawa pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 31 Januari mendatang. Operator kompetisi tersebut tak berani mengambil putusan tegas, padahal sudah melakukan verifikasi mulai finansial sampai infrastruktur.

”Ketiga klub ini masih butuh pendalaman lagi. Putusannya akan diambil melalui RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) PT Liga pada 31 Januari nanti,” ujar Sekretaris PT LI Tigorshalom Boboy.

Menurut Tigor, putusan dilimpahkan pada RUPS yang akan dihadiri peserta ISL 2015 karena ketiga klub tersebut memiliki masalah berbeda. PSM bermasalah dengan adanya pergantian manajemen baru. PT LI dan PSSI tak bisa langsung menerima perubahan manajemen tanpa adanya dokumen legalitas sebelumnya. Apalagi, status PSM sudah menjadi PT. Untuk kasus PSM, PT LI akan menyurati agar masalah mereka segera diselesaikan dalam waktu satu pekan.

Sementara, Persebaya dan Persija belum menyerahkan laporan rinci terkait utang kepada pemain dan ofisial tim. Persebaya masih memiliki utang sebesar Rp 2,7 miliar. Adapun untuk Persija, laporan ke PT LI tidak memiliki utang. Namun informasi yang berkembang, Macan Kemayoran masih menunggak utang kepada pemain dan ofisial musim lalu.

“Persija akhirnya mengakui ada utang setelah kami konfirmasi. Persoalan ini akan kami bawa ke RUPS. Begitu juga dengan Persebaya yang janji akan melunasi awal Februari. Di RUPS, akan buka-bukaan. Utang mereka berapa, kontribusi komersial mereka berapa,” ujar Tigor.

Pihaknya sudah menyiapkan opsi jika mereka tidak bisa menyelesaikan masalah, mulai sanksi pembatasan pemain asing, pendaftaran pemain dikurangi, sampai tidak boleh berkompetisi.

“Untuk penerapannya, kami akan lihat nilai kontrak pemain termasuk jumlah utang, pendapatan mereka musim ini plus kontribusi komersial. Eliminasi dilakukan jika nanti ditemukan ketidakmampuan finansial secara umum seperti utang tinggi sementara dari pemasukan tidak bisa menutupi,” tegasnya.

sumber: http://berita.suaramerdeka.com/

Soal Tim Sembilan, Menpora Imam Nahrawi Dikeroyok Anggota DPR




JAKARTA, blogku-007 - Tim Sembilan bentukan Kemenpora mendapat sorotan tajam dari kalangan Dewan. Hal itu terlihat saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Kemenpora dengan Komisi X DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/1) malam. Bahkan, Tim Sembilan yang dipimpin mantan Wakapolri Oegroseno tersebut diminta agar dibubarkan.

Namun, Menpora Imam Nahrawi memastikan bahwa Tim Sembilan sudah bekerja sesuai jalur dan dilindungi Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN). “Pemerintah punya hak mengawasi seluruh cabang olahraga. Kita dilindungi oleh Undang-undang. Maka kita lakukan sesuai Undang-undang,” ujar Imam.

Anggota Dewan yang menyoroti pembentukan Tim Sembilan adalah Jefri Riwu Kore dan Muslim. Dua politikus asal Demokrat tersebut meminta Kemenpora tak usah membentuk tim dan langsung tunjuk siapa mafia sepak bola. Mereka juga mempertanyakan dana operasional Tim Sembilan.

“Tim Sembilan ini bubarkan saja sementara. Bila ada mafia sepak bola, tunjuk saja orangnya, kemudian diproses secara hukum,” kata Jefri Riwu.  “Apa Tim Sembilan ini punya anggaran? Pos anggarannya dari mana? Nomenklaturnya dari mana??” tambah Muslim.

Sementara, Imam Nahrawi mengemukakan, pihaknya butuh anggaran sekitar Rp 800 juta untuk membiayai Tim Sembilan. Dana tersebut diambilkan dari pos anggaran di program peningkatan kapasitas organisasi keolahragaan. “Tidak sampai Rp 800 juta?. Itu pun kami awasi dengan ketat,” jelasnya.

Politikus PKB ini juga menjelaskan asal muasal pembentukan Tim Sembilan. Menurut Imam, ada tuntutan publik yang menginginkan adanya reformasi di PSSI akibat skandal sepak bola gajah antara PSIS Semarang dan PSS Sleman.

Selain itu, Timnas Indonesia tak mampu berprestasi pada Piala AFF 2014 di Vietnam. Bahkan, tuntutan publik sudah ke arah pembekuan PSSI. “Tendensinya bahkan cukup ekstrem yakni pembekuan PSSI,” ujarnya.

Menurut dia, memang sudah saatnya untuk memperbaiki sepak bola Indonesia, mulai dari penyelenggaraan hingga operatornya. Selain itu, transparansi keuangan juga menjadi alasan kenapa Tim Sembilan dibentuk.

sumber: http://berita.suaramerdeka.com/

Ronaldo Jadikan Persaingan dengan Messi Sebagai Motivasi




MADRID, blogku-007 - Cristiano Ronaldo mengakui, jika keberadaan Lionel Messi sebagai rival abadinya selalu dijadikannya motivasi. Maklum Ronaldo selalu mencari motivasi-motivasi baru demi meningkatkan performanya, di samping dia tak pernah puas dengan apa yang sudah didapatnya.

“Mungkin Messi juga berperan dalam memotivasi saya, hal saya terjadi pada pemain lain yang membuat Anda meningkatkan level permainan karena Anda berusaha untuk jadi lebih baik dari mereka. Apapun jenis kompetisinya, itu menambah motivasi saya,” sahut Ronaldo dalam wawancara dengan Majalah France Football.

Seperti diketahui, Messi dan Ronaldo terus terlibat dalam persaingan yang sepertinya tidak akan pernah selesai, kendati keduanya membantah anggapan sudah ada perseteruan abadi.  Selain gol-gol dan terpecahkannya rekor-rekor, yang terkini keduanya bersaing sengit dalam pengumpulan gelar pemain terbaik dunia alias FIFA Ballon d’Or.

Messi yang sempat unggul dalam pengumpulan gelar Ballon d’Or kini mulai didekati Ronaldo, di mana skor keduanya adalah 4-3 masih untuk keunggulan si bintang Argentina. Ronaldo sendiri tak menyangkal, persaingan dengan Messi turut menjadi motivasi baginya, sehingga membuat performanya yang luar biasa di tahun 2014, yang berujung didapatnya Ballon d’Or

“Saya pikir kompetisi yang melibatkan kami berdua juga memotivasi dia (Messi), dan juga untuk pemain lain yang ingin berkembang. Messi punya empat Ballon d’Or dan saya punya tiga. Ini semua hal yang positif untuk dunia sepak bola,” tandasnya.

Dapat rival yang dengan level sangat tinggi memaksa Ronaldo untuk terus berkembang. Kondisi serupa diyakini Ronaldo terjadi pada Messi. Persaingan antara keduanya disebut mega bintang Real Madrid itu akan terus membuat mereka lebih baik lagi.

“Apa yang ada di pikiran saya sederhana saja. Saya tidak memikirkan tahun depan (menyamai jumlah Ballon d’Or Messi). Sekarang ini saya harus melupakan soal Ballon d’Or dan mulai bekerja lagi,” tegasnya.

sumber: http://berita.suaramerdeka.com/

Pemerintah Tak Perlu Ambil Pusing, Reaksi Penarikan Duta Besar Pasca-eksekusi Mati




Jakarta - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana mengatakan pemerintah Indonesia tak perlu memusingkan langkah Brazil dan Belanda menarik duta besarnya di Indonesia pascaeksekusi hukuman mati yang melibatkan warga kedua negara.

"Pascapelaksanaan hukuman mati, Brazil menarik Dubesnya di Indonesia untuk berkonsultasi, demikian juga pemerintah Belanda akan melakukan hal yang sama. Pemerintah Indonesia tidak perlu khawatir yang berlebihan atas tindakan ini," kata Hikmahanto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (18/1/2015).

Dia meminta pemerintah Indonesia tidak lantas kendur dalam pelaksanaan hukuman mati untuk terpidana mati berikutnya.

Menurut dia, penarikan mundur Dubes harus dipahami sebagai ketidak-sukaan negara sahabat terhadap kebijakan pelaksanaan hukuman mati. Namun demikian, negara tersebut sangat paham mereka tidak mungkin melakukan intervensi terhadap kebijakan hukuman mati Indonesia.

Selain itu penarikan Dubes merupakan respons pemerintah Brazil atau Belanda terhadap tuntutan publik dalam negerinya.

"Publik dalam negeri layaknya Indonesia pasti akan menuntut pemerintah untuk memrotes keras kebijakan pelaksanaan hukuman mati," kata dia.

Dia memperkirakan penarikan Dubes tidak akan lama mengingat saat ini banyak negara yang justru membutuhkan Indonesia. Misalnya, dalam hal ekonomi, Brazil memiliki kepentingan yang lebih tinggi terhadap Indonesia dibandingkan sebaliknya.

"Indonesia tidak akan diisolasi atas pelaksanaan hukuman mati," ucap dia.

Sedangkan untuk memitigasi dampak, Hikmahanto mengusulkan agar Menlu dan Kepala Perwakilaan melakukan pendekatan dengan berbagai negara dan menjelaskan pelaksanaan hukuman mati karena Indonesia mengalami darurat Narkoba.

Negara-negara tersebut, kata dia, tidak seharusnya melakukan protes yang berlebihan bila generasi muda Indonesia yang terancam dengan Narkoba atas tindakan warganya.

Pada Minggu dini hari, Kejaksaan Agung telah melaksanakan eksekusi terhadap enam orang terpidana mati, yang masing-masing merupakan warga negara Indonesia, Brazil, Belanda, Malawi, Vietnam dan Nigeria.

Lima terpidana mati dieksekusi di Pulau Nusakambangan, Cilacap, antara lain Marco Archer Cardoso Moreira (WN Brasil), Rani Andriani alias Melisa Aprilia (WNI), Namaona Denis (WN Malawi), Daniel Enemuo alias Diarrassouba Mamadou (WN Nigeria), serta Ang Kiem Soei alias Kim Ho alias Ance Tahir alias Tommi Wijaya (WN Belanda).

Sementara seorang lainnya yakni Tran Thi Bich Hanh (WN Vietnam) dieksekusi di Boyolali, Jawa Tengah.

Eksekusi keenam terpidana mati ini dilaksanakan, setelah grasi yang diajukan ke enam terpidana mati tersebut, ditolak Presiden Joko Widodo.

sumber: http://wartaekonomi.co.id/

Sriwijaya FC Menangkan Derby Andalas




Padang -  Tim Sriwijaya FC berhasil memenangkan pertandingan yang bertajuk derby andalas melawan Semen Padang FC ajang SCM Cup 2015 di Stadion Haji Agus Salim Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Senin.

Duel dua tim asal Sumatera itu berakhir dengan kemenangan anak asuh Beni Dolo itu dengan skor 2-1. Gol kemenangan "laskar wong kito" tersebut dicetak oleh Ferdinand Sinaga pada menit 85 dan Mauri Makan pada menit 89.

Sementara gol bagi Semen Padang FC dihasilkan lewat kaki pemain Airlangga Stujipto pada menit 75.

Semen Padang yang pada pertandingan pertama menderita kekalahan atas Persebaya Surabaya, langsung menekan barisan pertahanan Sriwijaya pada awal babak pertama.

Beberapa peluang berhasil diciptakan tim "kabau sirah" julukan Semen Padang FC melalui kaki pemain depan Nur Iskandar dan Esteban Viscarra.

Pada menit ke-28, Esteban yang mendapatkan ruang tembak berhasil melesatkan bola kearah gawang Sriwijaya, namun tendangan pemain asing Semen Padang asal Argentina itu hanya membentur mistar gawang.

Sriwijaya yang kembali menurunkan pemain Titus Bonai dan Ferdinand Sinaga dibarisan depan, bangkit menekan barisan pertahanan Semen Padang FC yang diisi Seftia Hadi, Ricky Ohorela, Gamal dan Aldi Rinaldi.

Meski sama-sama "jual beli" serangan sepanjang babak pertama dan memperagakan permainan terbuka, namun tidak ada peluang emas yang berhasil dikonversi menjadi gol pada babak pertama tersebut. Skor 0-0 bertahan sampai turun minum.

Memasuki babak kedua, tempo permainan mulai meningkat. Pada menit 75 serangan Semen Padang FC berhasil membuahkan gol. Berawal dari umpan Hendra Bayauw dari sayap kanan, bola lambung itu berhasil disudahi oleh sebuah tendangan salto oleh Airlangga. skor 0-1 bagi Semen Padang.

Keunggulan Semen Padang tidak bertahan lama, sepuluh menit kemudian, lewat serangan cepat, Titus Bonai berhasil memberikan umpan matang bagi Ferdinand. Lewat sundulan apik, bola berhasil masuk kegawang Semen Padang FC. Skorpun berubah 1-1.

Skor imbang itu juga tidak bertahan lama, memanfaatkan blunder kiper Semen Padang yang gagal menangkap bola dengan sempurna, Laskar wong kito berbalik unggul. Bola blunder tersebut berhasil diceploskan Mauri Makan dengan sekali sentuhan. Skor 2-1.

Meski terus melakukan serangan disisa menit akhir pertandingan, namun Semen Padang tidak mampu menyamakan kedudukan. Skor 2-1 bertahan sampai akhir pertandingan.

sumber: http://wartaekonomi.co.id/

OJK: Sudah Saatnya Lembaga Keuangan Syariah Tumbuh Besar




Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mendorong agar lembaga keuangan syariah bisa tumbuh besar layaknya lembaga keuangan konvensional.

Menurutnya, kehadiran Komite Pembangunan Jasa Keuangan Syariah diharapkan dapat memberikan masukan kepada OJK, pemerintah, dan instansi terkait lainnya untuk mendukung peran industri keuangan syariah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, antara lain melalui peningkatan akses keuangan dan penyediaan pembiayaan infrastruktur.

"Saya berpendapat rasanya sudah waktunya juga bagi kita untuk memiliki sebuah bank syariah yang lebih besar yang mampu meningkatkan akses," kata Muliaman di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Tentunya, lanjut Muliaman, dengan memiliki bank syariah yang besar dapat memberikan alternatif pembiayaan termasuk pembiayaan infrastruktur. "Kehadiran bank syariah besar mampu menyediakan berbagai model pembiayaan termasuk pembiayaan infrastruktur dengan permodalan yang lebih besar," sambungnya.

Muliaman menambahkan bahwa untuk mendorong pertumbuhan di sektor jasa keuangan syariah, OJK melihat perlu adanya peningkatan inovasi dalam pengembangan produk keuangan, perluasan jaringan melalui sinergi dengan lembaga keuangan konvensional, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia.

"Tidak kalah pentingnya adalah upaya untuk melakukan edukasi tentang keuangan syariah kepada masyarakat," sahutnya.

sumber: http://wartaekonomi.co.id/

Pakar: Subsidi Elpiji Harus Diubah agar Proporsional




Jakarta - Pakar ekonomi Iman Sugema mengimbau pemerintah untuk mengubah subsidi Liquid Petroleum Gas (Elpiji) agar lebih proporsional dalam penentuan alokasi subsidi dan harga jualnya di masyarakat. "Mayoritas beban RAPBN-P bukan karena solar, tapi Elpiji. Dari 80 triliun subsidi BBM di 2014, 46 triliunnya dialokasikan untuk Elpiji," kata pakar ekonomi IPB, Bogor itu, Senin (19/1/2015).

Menurutnya, alokasi subsidi ke gas masih terlalu besar, oleh sebab itu pemerintah harus mengubah skemanya menjadi proportional subsidi. "Misalkan harga gas dunia naik-turun 50 persen, proporsi subsidi pemerintah 50 persen. Maka harganya dikalikan 50 persen juga," kata Iman dalam Rapat Dengar Pendapat dengan anggota Komisi XI DPR RI di Jakarta.

Melalui skema tersebut akan mempermudah pemerintah dalam penghitungan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN), ujarnya. Selama ini pemerintah selalu kesulitan dalam merancang alokasi subsidi akibat konsumsi masyarakat yang tidak bisa dipastikan dan sulit dikendalikan. "Secara tidak kita sadari beban subsidi BBM bukan hanya ditentukan oleh harga minyak, tetapi juga karena konsumsi yang semakin meningkat," ujarnya menegaskan.

Agar mampu menjaga keamanan fiskal dalam jangka panjang, katanya, skema subsidi harus ditata dengan baik, sekaligus memanfaatkan momentum harga gas yang tengah turun. "Kemarin harga gas 12 kg juga diturunkan pemerintah, karena memang harga beli gas dunia juga sedang turun. Ini waktu yang baik untuk reformasi subsidi migas," kata Iman.

sumber: http://wartaekonomi.co.id/

Dongeng Pada Anak Tanamkan Nilai Moral dan Karakter




blogku-007 - Sajian dongeng atau cerita khayalan kepada anak dianggap menjadi salah satu cara efektif menanamkan nilai moral dan karakter. Sebab, setiap anak dapat mengambil hikmah maupun pesan moral yang sangat kuat didasari antusiasme mendengarkan sebuah cerita.

”Setiap pendongeng harus mampu menunjukan nilai positif dalam cerita. Meski bercerita tentang kancil nyolong timun, namun tidak menggambarkan kelicikannya akan menjadi baik. Sebab, setiap cerita itu bagus,” kata sekretaris Disdikpora Karanganyar, Agus Haryanto dalam sambutan saat acara Indonesia Mendongeng di Masjid Agung Karanganyar, Kamis (25/12).

Acara yang serentak digelar di 16 kota besar Tanah Air tersebut diikuti 1.500 anak TPQ dari berbagai wilayah Bumi Intanpari seperti Tasikmadu, Karangpandan, Jaten, maupun Mojogedang. Dalam gelaran kedua tersebut, juga bersamaan berlangsung di 28 titik se-Solo Raya.

Agus menjelaskan, dengan penerapan yang benar, sebuah dongeng menjadi media menanamkan nilai karakter dalam diri anak secara alami. Sebab itu, setiap keluarga maupun tenaga pendidik perlu membudayakan dan menciptakan suasana dongeng setiap saat kepada sang anak.

Lanjut Agus, dongeng bisa menarik lantaran anak mengambil pelajaran saat senang dan merasa terhibur. Sebab, anak yang cerdas tidak hanya masalah intelektual saja tapi juga budi luhur.

”Dongeng adalah sesuatu yang penting bagi anak, namun sayang saat ini banyak orang tua yang tak lagi mendongeng untuk anaknya. Sehingga kami berharap budaya mendongeng kembali ditingkatkan, minimal di dalam keluarga,” tuturnya.

Perwakilan Indonesia Mendongeng Karanganyar, Iswadi berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap keberadaan Indonesia Mendongeng. Sebab, selama ini kegitan berjalan dari swadaya anggota dan para relasi yang turut membantu agar acara tersebut dapat terlaksana.

”Selain sebagai ajang silaturahmi anak dan mengasah kreativitas anak, karena selain ada dongeng anak-anak juga unjuk kebolehan seni teater juga,” pungkas Iswadi.

sumber: http://berita.suaramerdeka.com/

Entertainment

Tampilkan lebih banyak »

Gaya Hidup

Tampilkan lebih banyak »